Tampilkan postingan dengan label bibit jahe gajah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bibit jahe gajah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2016

Mengatasi Penyakit Layu Bakteri pada Budidaya Jahe Gajah


Tidak ada sekalipun budidaya tanaman apapun yang bisa terlepas dari hama dan penyakit, termasuk hama dan penyakit yang menyerang budidaya jahe gajah. Hama dan penyakit dalam budidaya jahe gajah sebenarnya dapat dicegah, sebelum terjadi.
Namun kadang karena kelalaian ataupun kurangnya pemahaman cara budidaya jahe gajah yang benar dari para petani jahe gajah, menyebabkan tanaman mereka langsung terserang hama dan penyakit. Tanpa sebelumnya dilakukan pencegahan.
Oleh karena itu mencari solusi dari pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman jahe gajah sangatlah diperlukan. Contohnya saja, jika tanaman dan budidaya jahe gajah sudah terlanjur terkena penyakit layu bakteri. Daun dan batang jahe gajah yang ditanam tiba-tiba layu dan mati. Pas coba dibongkar sebagian jahe gajah yang ditanam isi rimpangnya tidak berkembang dan lembek.
Lalu apa yang bisa dilakukan, kalau sudah begini? Beberapa solusi dari para petani dan praktisi pembudidaya jahe gajah yang dapat dicoba adalah :
Cara pertama :
Membongkar media tanam, bibit jahe gajah yang sudah ditanam dalam polybag, coba dibongkar dang anti dengan media tanam baru. Karena dimungkinkan layu bakteri berasal dari kontaminasi bakteri-bakteri yang ada di media tanam dan menjalar melalui rimpang kemudian naik menyerang batang dan daun. Setelah diganti media tanam, baru bisa dijemur di bawah terik matahari untuk mengembalikan bibit jahe gajah dalam kondisi sehat.
Cara kedua :
            Layu bakteri salah satu penyebab dari penggunaan pupuk kompos/kandang yang belum jadi dan masih tinggi kandungan asamnya,berakibat tanaman kurang zat hara yang dibutuhkan. Solusi yang dapat diambil dianjurkn rutin perawatan dan pnguna'an gamping serta tricoderma.
Cara ke tiga :
Layu bakteri dapat diatasi dengan cara patahkan atau pisahkan batang yg menguning membusuk dg rimpangnya.  Kemudian akan muncul hewan super kecil setelah proses ini  yg bergerak gerak menggerogoti rimpang muda dg batang. Isolasi tanaman jahe gajah yg sudah terlanjur terkena layu bakteri, kemudian pendam di tempat yg jauh. Setelah itu , Semprot bubur bordo ke seluruh lahan seminggu 2x sampai gejala hama menurun.

Demikian ke tiga solusi yang dapat anda pilih sebagai alternative solusi dalam penanganan budidaya jahe gajah yang sudah terlanjur terkena layu bakteri. Semoga dengan adanya pilihan cara penanganan, akan memberikan solusi mudah untuk anda semua. Apabila anda berniat mencari bibit jahe gajah, silahkan menghubungi kami di 087838393451. Selamat dan sukses untuk anda semua.


Jumat, 15 April 2016

Peluang Usaha Jahe Kering

Peluang Usaha Jahe Kering

Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah ketersediaan tanaman rempah remah yang melimpah, termasuk dalam hal ini adalah jahe.  Sejak dahulu, jahe menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang telah banyak diekspor ke berbagai Negara dalam produk mentah, setengah jadi dan jadi.
Rimpang jahe terutama terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Itulah sebabnya, diperlukan pengolahan secepatnya supaya tetap layak dikonsumsi terutama pada saat panen melimpah. Salah satu hasil olahan jahe dalam hal ini adalah jahe kering. Jahe kering adalah irisan rimpang jahe yang telah dikeringkan. Lalu diiris iris dan dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering.  Jahe kering merupakan bahan baku untuk pengolahan tepung jahe dan bumbu masak.
Nah, Jenis jahe kering dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis. Pertama jahe kering berkulit; yaitu jenis jahe yang akan dikeringkan tidak dibuang kulitnya. Kedua, jahe kering setengah berkulit; yakni jahe yang akan dikeringkan dikupas permukaan datarnya. Ktiga, jahe tanpa kulit; yakni jahe yang akan dikeringkan dikupas seluruh kulitnya.
Dengan ketersediaan yang cukup melimpah dan kebutuhan pasar yang cukup tinggi baik untuk penggunaan rumah tangga ataupun kebutuhan sebagai bahan baku industry menjadikan usaha pengolahan jahe kering ini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Jahe kering biasanya diterima di Industri jamu, obat obatan herbal di Semarang, Pekalongan, Jakarta dan lain sebagainya.
Anda ingin budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dalam bentuk rimpang dan polybag ang sudah bertunas. Bingung bagaimana cara budidayanya? Silahkan kontak 087838393451 atau datang saja ke Dusun Rajek LOr RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman. Namun, bagi anda yang berlokasi jauh, kami menyediakan buku panduan dan siap kirim bibit jahe merah ke seluruh Indonesia melalui ekpedisi, jasa paket dan Travel.

Selasa, 22 Maret 2016

Proses penanaman bibit jahe gajah di polybag dan karung


Proses penanaman bibit jahe gajah di polybag dan karung

Prinsip penanaman bibit jahe gajah di polybag dan di karung sebernarnya sama. Kedua nya sama-sama tidak memerlukan lahan yang luas. Kedua nya sama-sama dapat diletakkan dihalaman depan rumah atau memanfaatkan lahan kosong di sela-sela pekarangan belakang rumah. Modal dan perawatan pun lebih hemat. Berikut adalah beberapa panduan proses penanaman bibit jahe gajah :
a.       Siapkan polybag ukuran diameter 60cm atau karung bekas
b.      Masukan tanah, pupuk kandang dan serbuk gergaji kedalam polybag/karung
c.       Tanam bibit jahe gajah
d.      Siram secukupnya
e.       Jangan langsung ditaruh ditempat terbuka, karena bibit jahe gajah yang masih tahap awal penanaman tidak tahan dengan sengatan sinar matahari langsung sampai usia 2 bulan.
f.       Setelah usia bibit jahe gajah 2 bulan, dapat diletakkan ditempat terbuka, agar mendapatkan sinar matahari yang cukup dan tetap disiram air secukupnya (2hari sekali).
g.      Lakukan pemupukan rutin setiap 2 bulan sekali.